Make your own free website on Tripod.com

PSIKOLOGI ANAK TK
Home Up PSIKOLOGI ANAK TK PSIKOLOGI ANAK SD PSIKOLOGI ANAK SMP PSIKOLOGI ANAK SMA PSIKOLOGI ANAK SMK PSIKOLOGI GURU

SELALU SAJA, APA YANG MENJADI MASALAH KEPRIBADIAN

YANG KITA ALAMI SAAT INI ADALAH CERMIN DARI APA YANG

KITA ALAMI SEMASA KECIL.

 

JADI, CUKUP KITA YANG MENGALAMI KRISIS KEPRIBADIAN

DI USIA DEWASA ,

BUKAN ANAK CUCU KITA !!

 

Saat seorang anak yang menikmati Pendidikan di Sekolah Taman Kanak - Kanak dan sederajat, inilah yang disebut

MASA MENGENAL KEGIATAN BELAJAR.

 

Maksudnya, sejak kelahiran, seorang anak ada dalam fase belajar segala seuatu dan menikmati segala sesuatu yang mereka suka. Ketika masuk ke Sekolah Taman Kanak - kanak yang bernuansa Formal,maka mereka memulai Fase belajar tentang segala sesuatu dan menikmati, baik yang mereka suka dan ataupun yang mereka tidak suka. 

 

Sebagai Jembatan kedua Fase tersebut diatas, KONDISI PSIKOLOGIS YANG MATANG adalah satu - satu nya jalan untuk membuat anak mampu BERKEMBANG DAN BERTUMBUH DENGAN SEMPURNA, dalam arti bukan hanya berkembang dan bertumbuh secara Fisik dan secara Intelektual tetapi juga berkembang secara Kepribadian untuk membentuk Karakter yang

CERDAS DAN MANDIRI.

 

Usia Balita dan TK antara 3 tahun samapi 5 Tahun adalah

GOLDEN AGE TO BE GROW AND BE BEST !

dimana masa Potensi murni dapat tergali, sekaligus Stimulus sangat rentan mudah diserap.

Tugas sebagai Orang Tua adalah memaksimalkan Potensi Murni sekaligus menjaga Potensi Murni itu agar Stimulus yang diserap anak pada kadar dan positif yang stabil.

 

POTENSI MURNI APA SAJA YANG HARUS DIMAKSIMALKAN ?

DAN

STIMULUS APA SAJA YANG HARUS DIBERIKAN DAN ATAU DI JAGA  ? 

 

JAWABANNYA ADALAH

MEMAHAMI MULTIPLE INTELLIGENCE ANAK

 

MULTIPLE INTELLIGENCE adalah Kecerdasan Majemuk yang berkembang pesat di

 Usia 3 sampai 5 Tahun.

 

MULTIPLE INTELLIGENCE 

1. Kecerdasan Otak ( IQ -Intelligence Quotien )

2. Kecerdasan Linguistik ( Cerdas Berbahasa - Komunikasi )

3. Kecerdasan Logis Matematis ( Cerdas Analisa )

4. Kecerdasan Visual Spasial ( Cerdas Kreatif  )

5. Kecerdasan Kinestetik ( Cerdas Psikomotorik )

6. Kecerdasan Intra Personal ( Cerdas mengenal diri  - Cerdas Emosi )

7. Kecerdasan Inter Personal ( Cerdas mengenal Lingkungan - Cerdas Sosial )

8. Kecerdasan Sikap

9. Kecerdasan Moral ( Cerdas memahami Tata Nilai )

10. Kecerdasan Spiritual ( Cerdas mengembangkan Motivasi / Inisiatif ).

 

Sebenarnya masih banyak lagi Kecerdasan Majemuk yang dapat digali yang dinamakan Quantum Quotien.  Tapi, jika dalam relevansi nya dengan Pendidikan Formal maka ke 9 Jenis Kecerdasan tersebut di atas cukup untuk membantu anak mengeluarkan Potensi murni maksimalknya secar Mandiri.

 

 

Tujuan Test Multiple Intelligence dalam Relevansi Kemampuan Belajar anak di Pendidikan Formal ( Sekolah )  :

 

TEST IQ ( INTELLIGENCE QUOTIEN )

adalah Test Fungsi Otak yang menilai Kekuatan Otak Kiri dan Otak Kanan. Tujuan Siswa TK mengikuti Test IQ adalah untuk menjaga Otak Kiri dan Otak Kanan supaya berkembang pesat secara seimbang. Jika tidak dijaga Keseimbangan Otak Kiri dan Otak Kanan, maka di usia

dewasa nanti, anak hanya akan ahli di bidang - bidang tertentu sesuai dengan perkembangan sisi Otak yang dominan.

 

TEST MULTIPLE INTELLIGENCE

 

Masalah Sikap anak dan kenakalan atapenyimpangannya seringkali disebabkan oleh faktor Emosional   :

1. Anak tidak diperlakukan sesuai dengan kebutuhan emosionalnya.

2. Anak merasa perlu melakukan Demonstrasi dengan sikap nya.

3. Pemanjaan dan atau Komunikasi yang tidak dua arah antara Orang Tua dan anak.

4. Orang tua yang tidak kompak dalam memperlakukan anak.

5. Nutrisi Otak yang berlebihan atau kekurangan.

 

Maka,  tujuan Test Multiple Intelligence adalah untuk :

1.  Menilai seberapa besar pengaruh Nutrisi yang diberikan kepada perkembangan

     Kecerdasan Intelektual ( IQ ) anak.

2.  Mencari akar masalah  yang mempengaruhi kemampuan anak dalam Belajar dan

     ber-Prestasi dan jga dalam Sikap kenakalan nya.

 

Aspek - aspek  yang ternilai dalam Hasil Test dari Hasil Pemeriksaan Psikologis yang bernama Psikogram.