Make your own free website on Tripod.com

PSIKOLOGI GURU
Home Up PSIKOLOGI ANAK TK PSIKOLOGI ANAK SD PSIKOLOGI ANAK SMP PSIKOLOGI ANAK SMA PSIKOLOGI ANAK SMK PSIKOLOGI GURU

 

 

 

 

 

 

Jika dia ( Guru ) yang arif ,

maka dia tidak akan pernah

memaksa mu masuk

ke dalam rumah kearifannya, tetapi

membimbing mu hingga ambang rumah

Pikiran mu sendiri.

Kahlil Gibran dalam The Prophet

 

 

 

 

PROGRAM TEST IQ PLUS GURU

 

Test Inteligensi Guru sebagai salah satu parameter pendukung keberhasilan kegiatan belajar mengajar di Sekolah.  Maksudnya, dengan pengenalan potensi diri yang  maksimal , Guru sebagai Pihak Pengajar dapat menemukan cara yang paling efektif dan Efisien untuk melakukan pendekatan kepada murid dan juga dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah kelas. 

 

Maksud dan Tujuan  dari TEST INTELIGENSI GURU sangat beragam, antara lain  :

 

Tujuan Potensi Kepemimpinan

1.   Menentukan Kelayakan  Jabatan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah.

      Pertimbangan Psikologis  : Tidak semua orang memiliki Jiwa Kepemimpinan,

      Kematangan Emosional dan Ketahanan Mental yang di butuhkan dalam menjalani

      posisi tersebut.

2.   Menentukan Jabatan  Wali kelas.

      Pertimbangan Psikologis  : Tidak semua Guru dapat berinteraksi dan berkomunikasi

      yang baik dan Menyenangkan bagi kelas ( anak anak ).

3.   Menentukan Koordinator koordinator dalam kegiatan formal ataupun informal di

      lingkungan Sekolah.  ( juga  para Karyawan diluar Guru )

      Pertimbangan Psikologis : sesuai dengan kemampuan dan kepribadian untuk

      melaksanakan kegiatan secara perencanaan  atau sebagai pelaksana.

 

Tujuan Potensi Spiritual Totalitas kerja

1.  Menemukan kendala atau hambatan yang menimbulkan Kinerja menurun dari

     penyimpangan motivasi.

2.  Menemukan factor factor yang mempengaruhi Kredibilitas seseorang.

 

Tujuan Potensi Sosial

1. Menemukan penyebab atau akar masalah yang menimbulkan Lingkungan kerja yang

    tidak nyaman.

2. Menemukan factor factor yang mempengaruhi Soloditas dan kemampuan

    Konsolidasi dalam Tim kerja ( Team work ) dengan penilaian objektif kebutuhan

    emosional lingkungan.

 

 

JENIS DAN FUNGSI TEST

 

1.   Aptitude Test ( AP ) berfungsi untuk mengetahui letak kekuatan Otak kiri dan

      atau Otak Kanan.

a.       Linguistik

b.       Logis Matematis

c.        Visual Spasial

d.       Kinestetik

 

2.   Emotional Intelligence Test  ( E I ) berfungsi untuk mengenal Sifat Dasar yang

      dominan secara genetis.

a.       Jenis Temperament

b.       Kepercayaan diri

 

3.   Spiritual Quotien  ( S Q ) berfungsi untuk memahami watak yang

      seringkali tersamar ( dikecoh ) oleh keadaan emosional.

a.          Kemampuan Motivasi diri

b.         Kadar rasa Takut , kadar rasa Kuatir , kadar rasa Marah

c.          Uji Idealisme ( Karakter )

 

4.  Social Intelligence  ( S I  ) berfungsi untuk mengetahui posisi adaptasi terbaik

     diri di lingkungan.

a.         Simpati Empati

b.         Adaptasi

c.          Komunikasi

 

5.  Leadership  ( L ) berfungsi untuk mengenal potensi berorganisasi.

a.          Jenis Kepemimpinan

b.         Orientasi Kepemimpinan

c.          Bakat Organitatif

 

6.  Adversity Quotien ( A Q ) berfungsi untuk mengetahui seberapa besar kadar

     Stress dan Depresi mempengaruhi kehidupan pribadi , kehidupan bekerja dan

     hubungan dengan orang lain.

 

7.  Attitude ( AT ) berfungsi untuk mengetahui bagaimana kebanyakan orang

     atau dominan lingkungan menilai Penampilan Sikap ( Performance ) diri.

 

8.  Creativity Quotien ( C Q ) berfungsi untuk mengetahui keseimbangan kerja Otak

     dan Emosional anda.

  1. Kadar Ketelitian
  2. Kadar ingin tahu
  3. Kemampuan men-Cipta

 

9.  General Ability ( G A ) berfungsi untuk mengetahui kemampuan kemampuan

     dalam Otak bawah sadar ( Otak Kecil )  yang belum difungsikan oleh Otak

     berpikir ( Otak Besar ).

 

10. Teaching Ability ( T A ) berfungsi untuk mengetahui Pola Mengajar yang efektif

      yaitu mudah beradaptasi dengan berbagai jenis kelas , tanpa harus menekan diri

      dalam arti tetap bisa menjadi diri sendiri , tidak perlu membentuk image sebagai

      orang lain ( sesuai dengan kemampuan , emosi diri )